PENJELASAN AWAL TERBENTUKNYA MANUSIA DALAM ALQURAN



JAKARTA - Proses pembuahan terkait lahirnya anak manusia rupanya sudah dijelaskan dalam Alquran. Jauh sebelum teknologi atau ilmu pengetahuan saat ini mengungkap terkait proses fertilisasi, Alquran sudah menyebutkan tahapan proses tersebut.

Alquran yang diturunkan 1.400 tahun lalu banyak mengungkap informasi yang baru saat ini berhasil ditemukan oleh ilmuwan melalui penelitian. Fenomena atau fakta saat ini yang kemudian sesuai dengan Alquran, menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah dan bahwa kitab suci umat Islam ini benar yang datangnya dari Sang Maha Pencipta.

Dalam buku berjudul 'Sains berbasis Alquran' karya Ridwan Abdullah Sani, mengungkap bahwa keterangan tentang manusia yang merupakan keturunan Nabi Adam diciptakan dari saripati tanah.

"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian, Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)," bunyi Surah Al-Mu'minun Ayat 12-13.

Bila Ayat tersebut dibaca dalam teks Arab (Alquran), ditemukan kata sulalah yang dapat diartikan sebagai saripati atau intisari. Sementara itu, kata nuthfah memiliki banyak arti, dapat berarti satu tetes air atau ukuran kecil dari benda yang dapat membasahi.

"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat," bunyi Surah Al-Insan Ayat 2.

Nuthfah yang disimpan di dalam rahim tersebut mengalami proses sebagaimana yang diterangkan dalam Surah Al-Mu'minun Ayat 14. Proses tersebut tidak diketahui pada zaman Rasulullah, namun sesuai dengan penelitian tentang perkembangan janin yang dilakukan oleh ilmuwan pada saat ini.

"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik," Surah Al-Mu'minun Ayat 14 menjelaskan.

Perkembangan embrio manusia di dalam rahim untuk menjadi fetus memerlukan waktu 8 minggu atau 56 hari setelah sel telur dibuahi. Setelah 8 minggu, mulai terbentuk struktur utama janin.

Alquran menyatakan bahwa embrio yang menempel tersebut merupakan gumpalan darah yang bersifat menempel atau alaq. Kata alaq atau alaqah berasal dari kata alaqa yang artinya sesuatu yang membeku, tergantung atau berdempet.

Surah Al-Alaq yang pertama diturunkan kepada Rasulullah dengan perantaraan Malaikat Jibril, menerangkan bahwa manusia diciptakan dari Alaq. Urgensi dari hal tersebut adalah mengajari manusia tentang ilmu yang belum mereka ketahui pada saat itu.

Perintah membaca yang diikuti dengan informasi pengetahuan tersebut mengindikasikan bahwa manusia harus mempelajari tentang dirinya sendiri dan bagaimana ia diciptakan.

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah," bunyi Surah Al-Alaq Ayat 1-2


Komentar